#CeritaSerem

Setiap Kamis malam membacakan cerita cerita serem dari pendengar. Bisa jadi setan, bisa jadi kriminal... bisa jadi kebijakan pemerintah wkwkw

Curated by: TnM (229 videos)


Currently Playing: Rumah Baru | #CeritaSerem

Kamu bisa nyemangatin orang di streaming ini lewat TAKO: https://tako.id/lunatictwister, tapi mohon jangan dipaksakan dan tidak ber-copyright yaa, saya sudah senang bisa menemani lewat streaming ini, terima kasihh^^ Cara kirim email = https://tnmunofficials.my.id/howtoemail ... Subscribe channel gue yang lain, lunatictwister di sini: https://bit.ly/lunatictwister Dengerin podcast gue, Lunatic Podcast di spotify: https://bit.ly/LunaticPodcast Find me on twitter/instagram: @lunatictwister For any inquiries (including copyright matter/content removal): tnmofficials@gmail.com Music by: Judul: Javanese Lofi Compilation Ver.2 [Moonwake Drift Release] Musik disediakan oleh: Moonwake Drift. @moonwaking Tonton di: https://www.youtube.com/watch?v=ZWeKeZVxkzY ... Spek PC Processor : AMD Ryzen 7 5800X 8-core, 16-Thread Unlocked Desktop Processor Mobo : MSI B550-A PRO ProSeries (ATX) RAM : CUBE GAMING Blade DDR4 3200MHz PC25600 Dual Channel 32GB (2x16GB) GPU : COLORFUL iGame Series GeForce RTX 3060 Ultra Storage : SSD EVO Samsung, Seagate baracuda 4Tb PSU : PSU Cooler Master MWE Bronze 650 80 Plus Bronze Certified ATX PSU Monitor : KOORUI 4K Monitor 27 inch 3840 X 2160 UHD Gaming Monitor Casing : Darkflash DK5651 ATX PC Mic : RØDE NT1 Studio Condenser Microphone, Alctron UR66 USB condenser recording mic Mixer : RØDE AI-1 Single-channel Audio Interface Mic Arm : THRONMAX Zoom S3 Lighting : Takara HELIO 480D BI-Color LED Lighting Studio Video Light 48W Camera/Webcam : Elgato Facecam Pro 4K Speaker/Headset : ROG Centurion true 7.1 gaming headset (dikasih Zekert) Keyboard : AULA Mechanical F2066 Fullsize Mouse : JOYSEUS Wireless Mouse 1600DPI USB Computer 2.4GHz Mouse Kursi : Dari Jekert Pokoknya

Video Transcript

[Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Allah [Musik] [Musik] Muhammad [Musik] [Musik] Loh, kenapa? Woi, kok aduh kenapa? [Musik] Tiba-tiba merah dunia. Enggak, enggak jadi. Kenapa ini? Buset. Apa ini gara-garanya? Enggak kok. Lah, kenapa sih kayak masuk sekte tiba-tiba. Halo. Halo. Halo. Halo. Halo. Halo. Halo. Halo. Cek. Cek. Tes. Kenapa? Gila, coba matiin. Loh, enggak. Kenapa merah? Gua gua di mana? Ini normal maksudnya enggak yang gimana-gimana banget ini. Wah, rusak. Anjay. rusak. Oh, halo Singkong. Selamat malam, Singkong. Apa tuh? Rusak, Guys. [Musik] Singkong lu apa sih ini? Singkong lu dapat dari mana sih? Kenapa dia sangat gemulai? [Musik] Kenapa ini singkong? Lu mau tahu enggak kenapa Velocity? Ya sebenarnya enggak apa-apa sih. Boleh semua orang Velocity tapi [Musik] singkong. Kenapa sih singkong? Rusak banget dah. Rusak algoritma lu. Rusak. [Musik] Nah. [Musik] Nah, gini. Wit. Enggak mau fokus. Woi. Fokus dulu dong. Eh, kencang. Kencang amat. Kekencengan. Bentar. Halo semuanya, selamat malam. Halo calon jenazah, apa kabarnya? Selamat datang kembali di TNM. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam eh gimana sih opening presiden? Eh, salam presiden. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati para Menko, para menteri. Yang saya hormati Gubernur Bank Indonesia. Yang saya hormati panglima TNI, Kapolri. Banyak amat yang dihormatin. Buset. Om santi santi santi om. Pengin jadi presiden gua. Gua harus mulai ngfal-ngafalin lah kan. Ya enggak, Fatan? Terima kasih, Fatan. Let's go. Ya enggak, Fatan. Presiden gua. Iya ya. Harusnya di atas itu semua tuh rakyat gitu. Rakyat dulu baru pejabat. Enggak usah pejabat dulu baru rakyat. Nah, itu budaya-budaya yang tidak seharusnya kita bawa itu. Malam, Guys. Malam Bapak berbicara cermis. Btw, lu enggak kangen, Pak, ditemenin sama yang takasat mata di kantor dulu? Enggak, enggak. Setan. Saya tidak peduli dengan setan. Yang saya peduli adalah saya mengantuk. Cek, Nganto, Cik. Aduh, akhirnya at least bisa tenang gitu setelah naikin video. Btw, ada video baru, video MBG itu udah bisa lu tonton dan lu kemati. H kalau rumah baru jangan lupa dingajiin dong. Oh belum belum pindah belum pindah. Belum belum belum kelar. Masih lama masih lama. Mungkin seminggu lagi. 2 minggu lagi mungkin. Belum belum. Ee TNM gila ini legac. Live streaming sama video enggak beda jauh. Gokil gokil gokil. H subscribers masih 800.000 aja. [Tertawa] [Musik] I. Kenapa kayak gini? Kita pasangin CCTV di tempat yang biasa dipakai mesum, terus kita jual videonya. Habis itu hasilnya kita karena kurang mampu biar bisa makan makanan bergizi beneran. Ya Allah. Siapapun yang berbuat asusila akan direkam di CCTV. Videonya akan kami taruh di Pornhub dan keuntungannya akan dibagikan kepada anak-anak kurang mampu gitu maksudnya. Kriminal. Tapi ini yang bagus enggak maksudnya? Eh, janganlah. Janganlah, jangan. Enggak boleh. Enggak boleh. Rp50.000 dari Neho. Nein, neho di sini. Ku baru ojo beres nonton videomuk yang panjan bener sepanjang masalahnya yang gak kelar-kelar dan itu belum semua loh Neha. Belum semuanya masuk loh itu. Rp50.000 baru ingat dulu pernah od pengalaman ngurus dapur besar pas bencano dimi di PMI itu dengan segala keterbatasan lokasi bencono go odot to insiden keracunan dan makanan go layak sekarang kita tahu kan masalahnya di mana lu tahu enggak semuak apa gua dengan semua video pembahasan it selamat datang Ang gratis 4 bulan panjang umur. Donator aja ya, Arif. Mantap, RIP. Oh iya, singkong akhirnya makan. Ya Allah, singkong lu makan lama banget itu pasti. Legacy, men itu menkipun isinya cuma nyocos doang ya, Yping enggak jelas, tapi kayak substansinya sih harusnya ada ya. Meskipun dengan semua kepusingan yang ada tidak menyesal gua ngebikin video itu. [Musik] Setelah PR selesai itu baru boleh main gitu. Maaf enggak sih? Kayak ini kebiasaan kebiasaan yang dari dulu diajarkan oleh orang tua kan. Maksudnya kerjain dulu PR-nya baru main bola. kerjain dulu PR-nya baru keluar sama teman. Nah, itu baru nanti kita akan mungkin live lagi mungkin gua akan nongki sama bapak-bapak. Yang penting itu video udah kelar gua udah tenang. Hah? Kan kerja di sekolah, Bang. Karena pada takut MBG padahal mereka anak-anak SMK. Racun, Bro. Jelas takut racun. 8 jam dong. Gua kalau kerja patokannya durose video lu asik. Kang enggak ada lu ya lu udah udah apa? Eh lu tahu enggak sih itu gua rendernya berapa lama? Gua ng-render gagal. Ng-render ulang gagal lagi. Ng-render gagal lagi. Murka lama diproses tuh. 2 jam video prosesnya berapa lama? Tunggu videonya. Enggak ada part 2. Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Patrick as kenapa Patrick Iqbal Flaetes selamat datang di membersip kenapa gua yang sekesal itu sama videonya? Karena itu mengganggu schedule 8 hari yang lalu naikin video terakhir. Tadi tiba-tiba baru 7 jam yang lalu maksudnya kan itu video membership juga sebulan yang lalu terakhir TN More naikin Lampung semalam. Highlight live streaming. Anjay. RDR. Ya Allah, RDR gua tinggalkan lama banget, Men. RDR 4 jam, 3 jam, 5 jam, 2 jam, 4 jam 40. Podcast yah. Podcast tuh. Ter gua ngebahas Lampu di podcast 2 tahun lalu ternyata ya. Kenapa ini enggak ada thumbnail-nya dah? [Musik] masih kerja, masih record video yang mana sebenarnya enggak gua apa-apain karena kenapa kenapa enggak ada thumbnail-nya baru enggak mau podcast spesial ini hilangin enggak sih? Udah, udah enggak perlu ini. Ini kok belum ada mukanya ya? Bilang sama Google-nya kenapa enggak bisa di-cancel. Iya. Cahaya hadir. Ribuan bintang jangan tunggu. [Tepuk tangan] [Musik] Kawanku merasakan indahnya jatuh. Sumpah ini batu indah. Wah, gua kangen banget Twitter zaman ini, Men. Waduh, Twitter burung biru ini. Ah, kangen sekali. Rindu sekali gua, sumpah dah. Aduh, rindu sekali diriku. Gila, tahun berapa ini? 2019. 2019 6 tahun yang lalu. What the [ __ ] Resin resin peace maestro Glen Fredley. Prime prime Rimar Martin KKI. Tapi emang dulu tuh durasi video gua kayak cuman segini-gini aja. Kayak 14, 18, 12, 13. Ini 20 menit sih emang. Tapi kayak ee dari Kobuzer. Ya Allah, ini artefak kuno sudah terbaik. Apaan? Yang mana? Ah, [ __ ] gua. Gua pengen ngedapetin baju. Gua enggak tahu baju ini di mana. Sumpah dah. Kerja mulu enggak kaya-kaya. Pengen itu video prsejarah kuno. Sampai jumpa di Q& tahun depan. Eh, tahun depan enggak ada. Mampus. Karena gua selalu berusaha untuk membuat channel ini adalah bukan tentang gua, tapi apa yang tapi tentang apa yang lagi pengin kita omongin. Makanya tidak tidak yang terlalu personal gitu. Personalnya mungkin ada di membership ya. Tapi maksudnya gua gua enggak pengin membuat channel ini adalah tentang gua like Andri gitu. Enggak. [Tertawa] yang merusak jantungku. Kau membuatku merasakan enggak kangen prime. Kur entar gua kurus lagi. Lu enggak percaya sama gua, men? Entar gua nge-gym gua. Terakhir gua ngomong waktu kapan sih? Waktu subaton ya? Waktu sawatan terakhir. Gua bilang, "Habis itu gua nge-gym." Benar gua nge-gym, gua membership gym. Ya, 12 kali pertemuan, 13 kali pertemuan. Malas nanti gym-nya gua bawa ke rumah. Lihat aja lu. Kalau enggak percaya, lihat aja. Rp50.000 dari siapa nyasal? Malam, Bang. Hal. Salam dari Palu. Lu lagi di Palu. Makan toledo dulu, Bang. Toledo apa itu toledo? Toledo. Toledo adalah W anjay. Gigi makan Spanyol. Let's go. Emang emang akan tiba masanya, Men. Akan tiba masanya di mana kita tuh bisa memakan apapun. Toledo lu apa sih tooledo tuh? Gua enggak tahu apa sih tolo. Makanan apa? Gi toledo. Ini tooledo almond telur. Apa sih toledo tuh? Enggak, gua enggak tahu toledo apa. Nasi goreng apa sih? Toledo tuh. Malam, Bang. Konten MBK durasinya kayak film. Betul. Menyenangkan bukan freedom. Menyenangkan dong. Let's go. Freedom. Ingat malam Jumat ya. Gua ada cerita seram bang. Oh, boleh. Kirimkan ke email Santo Iman. Let's go. Let's go. Toledo Palu. Toledo palu. Kedai toledo. Ikan toledo. Oh, ini ini namanya toledo. Ikan. Nah, sekarang live lu ada iklan kayak Om Re ya? Iya. Halo Jackard. Manap Jackard. Selamat malam. Let's go. Apa tooledo? Gua enggak T to nama warung apa nama makanan apa ini? Tunjangtunjang bukan. Enggak beli ini, Bang. Apa? Apa tuh? Mainan lari lucu bisa custom muka. Iya. [Musik] Infokan yang kiri eh yang kanan infokan yang kanan. [Musik] Lucu-ngirimnya gitu. Mantap Jacker. Thank you Jacker. Love you. Apa sayang? Apa lu? Astagfirullahalazim. Santai aja ngetoknya. Sepatu. Oh, sepatu. Dibelin sepatu sama Bunda. Iya. Oh, keren. Buat apa itu? Buat jalan-jalan. Jalan-jalan? Iya, buat jalan-jalan bagus. Eh, keren. Ken keren. Udah bilang makasih belum sama Bunda? Bila makasih dulu sama Bunda. Keren, keren. Dedek punya sepatu, Guys. Ingus ingus ingusnya di lapus dulu. Ingus. Eh, jangan pakai itu. Pakai apa tuh? Rp50.000 dari Santo Imam. Ceritanya barusan banget. Pintu kamar tutup. bayangan seliweran berkali du tempas gunleh kelihatan pas cek di dapur ternyata kucing kampung masuk bini lupo nutup jendelo [Musik] bingung jawabnya iya seram sih seram kakiedo kaledo kaledo kaledo tut kaledo kaledo kada kaledo kaledo ka kaledo betulen terima selamat datang tante imam terima kasih iya sehat-sehat ya heeh iya salam buat istrinya ya sama kucingnya iya ada om bikin bg part du atau masuk barak enggak enggak mau gua enggak mau jalan enggak mau gimana enggak mau no no no no no tangannya gim Gimana kau nono em minum habis airnya, Dek? Habis ini lagi. Habis habis. Entar minta diisiin sama Bunda minta tolong. Kok cuma 2 jam video MBG? Yang bagus cuma 2 jam doang. Yang bagus cuma 2 jam doang. Kalau yang busuk-busuk yang gua masukin bawa cel apa tuh? Bawa mau bawa bawa ke mana? Bunda bawa ke Bunda minta tolong diisiin ya, Bunda. Tolong isiin Bunda gitu ya. Ya, dia ke sini mau pamer sepatu ceritanya sepatunya baru habis dibeliin emnya biar dia punya sepatu kalau mau jalan-jalan gitu. Bunda tolong isi air Bunda. Iya. Uncut membership jangan, Bro. Jelek, Bro. Jelek. Sumpah dah. Isinya gua akan lu akan ngelihat gua bengong mikir. Tadi kita ngomong apa ya? Gitu kayak tadi apa ya? Ini gua sampai sini terus nyambungnya gim. Pernah nyoba gantal jarang enggak loh, Bang? Gantal jarang. Coba kaledo dulu. Kaledo. Oh, Kaledo. Kaki lembu Donggala. Kaledo. Makannya pakai singkong. Kasihan banget singkong dimakan. Singkong di live chat tadi. Oh, tunjang maksudnya ini tuh tunjang. N kapan-kapan makan? Enggak mau. Enggak mau. Oh, ini udah penuh. Oh, iya. Terima kasih, Bunda. Terus gimana? Kayak tu bukan sepatu baru. Oh, mam ayah. Sepatu baru. Eh, sepatu baru. Oh, sepatu baru. Iya, iya. Sepatu baru. Tapi kok gede? Gede juga ya. Kegedean emang. Ayo, Dedek. Katanya mau bobo. Mau minum dulu. Minum dulu. Mau minum dulu. Oke. Ada Fufu Fava real, guys. Fufu. Fufu Fava asli real. Y. Tutup. Tutup. Putarnya ke kanan. Ke kanan. Ke kanan. Kan itu dia kan dia ke kiri udah. Iya. Taruh taruh kanan kanan di sini. Eh di sini muternya ke kanan banget anaknya mau enggak enggak akan gua biarkan anak gua menyentuh MBG. Ih tapi matanya masih merah loh Dedek. Coba coba lihat coba a lihat matanya. Kecolok apa ini dari bangun tidur itu takut sakit. Sakit mata enggak? Enggak. Sakit enggak? [Musik] Yuk, Bobo. Yuk, eh, coba nih. Nih, nih. Stiknya udah penuh nih. Udah dicas nih. Udah dicas nih. Udah, udah, dicas. Udah, udah penuh. Udah. Sana sama Bunda ya. Dah, dah. Tos dulu salim dulu. Salim dulu. Kiss dulu. Hh. Dadah. Dadah. Bobo. Bobo. Iya. Dadah. Iya. Iya. Dadah. Bayi. Bayi dengan semua kerendomannya. Random banget bro manusia itu sumpah dah. Oke. Oke. Ngapain kita pala gua pusing. Gua habis makan mie ayam kepala gua pusing. Pernah lihat Ponggo apa? Ponggo Ponggo entar dulu kaledo dulu. Ini kaledo enak kek kaledo yang kita makan tapi dagingnya aja ini tuh kayak sop iga gitu enggak sih? Ketoprak. Toprak punya ayam bakso ini apa? Gantala jadang. Gantala jarang. Apa ini? Olahan daging kuda. Daging kuda kayak apa rasanya ya? Kuda kan berotot. Keras enggak sih? Pilih masuk sekolah negeri tapi dipaksa makan MBG atau masuk swasta bebas MBG tapi mahalnya naudubillahinzalik. swasta aja lah. Kita udah pernah kita udah pernah membahas diskursus itu loh maksudnya perdebatan antara sekolah negeri dan sekolah swasta loh. Dan perdebatan kita kan waktu itu selesai di ee udahlah swasta aja gitu. Bang Menumpamu gua ngisi bensin di plat merah bensinnya sampai tumpah-tumpah. yang ngelayanin boro-boro ngelapin tumpahannya minta maaf ke gua juga kagak anjir. Busuk emang tapi terpaksa ya mau gimana lagi ya dengan semua aturan yang ada. Ketika lu udah terbiasa ngisi ngisi bensin di Shell, di Vivo, di AKR, lu ngisi di plat merah lu kesel? Like di paling dekat rumah gua kan di BP kan di AKR yang hijau itu kalau ngisi bensin di sana kayak sore kayak senyum ramah baik e mau dilapin kah depan? Wah sangat ramah baik sekali. Tapi kalau kepelat merah buset senyum aja kagak. Well, ada ada beberapanya yang baik maksudnya enggak semuanya buruklah. Enggak semuanya buruklah. Kita harus disclaimer terus. Enggak apa-apa disclaimer. Ada satu yang sempat jadi langganan banget tuh dekat rumah dan mungkin karena ee apa namanya? Karena bukan pekerjaan semua orang ya. maksudnya mungkin itu hanya dijadikan batu loncatan atau apa. Jadi kayak si pomah ini tuh sering banget ganti karyawan. Jadi kayak bisa setiap bulan ada orang pakai baju putih training gitu yang mana setelah training gua enggak tahu dia dilempar ke mana lagi atau resign atau apa. Capek loh, Men. Dan harus kita akui capek berdiri megangin duit receh kembalian. capek banget gua yakin capek pasti dan bukan pekerjaan untuk semua orang kan tapi kan apakah apakah gajinya masuk akal kan kita enggak tahu okelah pagi-pagi jam jam 08 jam 09 tuh masih fresh gitu masih melayani dengan oh selamat datang Kak dimulai dari nol ya Kak coba sampai sore jam .30 0, jam 0.00 jam 0.00 Coba ngisi apa? Ngisi aja berapa gitu? Berapa? 15 masukin ambil duit udah cabut udah kagak SOP sih mungkin. SOP senyum ramah salim sangat sam bung enggak semua perusahaan plat merah pelayanannya jelek tapi perlu diakui semakin banyak saham swastanya makin bagus pelayanannya lu akan kaget deh kalau lu terlalu sering di swasta tiba-tiba ke yang merah kesal sendiri Gua pernah kan ngisi bensin masih ini-zaman masih pakai Astria Grand 97 itu ya ngisi bensin terus ee lupa gue standarin terus entah kenapa enggak gue standarin gua lupa. Intinya kayak gua tahan pakai paha. Gua tahan pakai paha. Terus waktu lagi habis ngelepas motornya jatuh gitu kayak pang ke sebelah kanan ngebantu. Kagak apa kagak dilihatin doang sambil ngitung duit. K gua tolong tolong tolong motor gua jatuh bantuin dikit tolong kaki gua nyangkut. Kagak kagak kagak peduli di sini udah mah cuma ada si merah pelangsir meraja lela enggak Suzuki Thunder ah di antara Pertalight di solar subsidinya kijang penuh jerigen di kursi penumpang juga ya malu enggak malu malu banget bro ih malu banget gua ya apapun apapun yang berbau jatuh-jatuh malulah pastilah Kenapa ya swasta standarnya selalu lebih tinggi dalam hal apapun? Karena anggaran enggak dibatas kah? Ee karena yang mereka cari adalah kepuasan pelanggan. Bukan berarti yang merah plat merah itu tidak mencari kepuasan pelanggan. Tapi plat merah kayaknya yang dicari paling utama tuh keuntungan. Oke, kalau ya kepuasan pelang gini, ketika lu punya sebuah usaha, usahanya tuh cuman lu doang yang yang utama gitu ya. Lu kan enggak perlu berharap lu harus memperbaiki kualitas el. Iya enggak sih? lah orang-orang datangnya ke lu sih itu punya tendensi untuk kayak yang ya elah dia juga kalau kagak sama gua sama siapa sih gitu. Jadi karena ada tendensi-tendensi kayak gitu, malas buat ningkatin kualitas yang padahal bisa aja. Lu pikir orang-orang bertahan karena apa ya? Karena Cebang pas Cebak punya sisir gua. Sumpah gua enggak pernah megang sisir. Terakhir gua sisiran tuh waktu mau lebaran kalau enggak salah. Enggak ada sisir. Oh iya, terakhir dicukurin, disisirin sama abang-abang. Oh iya, karena perusahaan swasta depends on customer. Fareza selamat datang Fareza. Ludip, halo Ludip. Selamat datang di membership Ludip enggak bisa enggak ketolong apa? Pindah aja. Pindah pindah kepala. Eh, gimana sih di sini ya? Eh, gimana sih rambut kita? Bacain si najis. Oh, benar kan gitu caranya, Boy. Berasa aru, ya. Bacut. Diam lu ya. [ __ ] [ __ ] ya. Lu enggak tahu gua Aril ini. Aril yang di laut-laut itu. Aril duyung ya. Oke Mel yuk. Halo, Bang Andri. Aku kirimin cerita buat malam Jumat nih. Semoga dibacain ya. streams. Oke. Eh, bentar bentar. Eh, ininya belum dizoom. Nah, ikan-ikan apa? Ikan-ikan apa yang bikin kaget? Ikan kon trakan. Ee kita akan pergi ke email yang pertama, kawan-kawan. Selamat malam. Selamat datang kembali di cerita seram episode 73 ee tanggal 5 Oktober 2025 di mana kita akan membacakan email-email pendengar di mana lu juga bisa mengirimkan email itu ke tianovoficials@gmail.com seperti yang tertulis di description box di bawah. Julian Agnes terima kasih super stikernya mantap cinta. Let's go. Email yang pertama rumah baru. Anjay sombong. Ih, pamer pamer. Terakhir lu foto rambut bagus, Bang. Ngepas sama bentuk kepala sama. Sama-sama di Asgar. Cuman eh enggak tahu ya, enggak tahu kenapa gitu. Mood-nya lagi beda mungkin. Sama-sama di Asgar asli Garut. Hai Bang Andri dan semua penonton TNM. Aku Grite yang dulu sempat Bang Andri bacain dua cerita seramnya di satu malam Jumat sekaligus. Grite grite L. Halo L. Long time no sei. Btw boleh minta doanya enggak? Besok aku ke Ulta soalnya biar enggak banyak nambah masalah hidup. Ya Allah. Selamat ulang tahun L. Selamat ulang tahun L. Selamat menempuh hidup baru. Selamat memiliki anak yang lucu-lucu. [Musik] Kenapa? Kenapa menikah? Ayo ceritanya tentang rambut panjang yang nyekek aku di hotel di Jakarta pas bimtek tahun 2016 dan pengambah Iya ingat. Nah sekarang Nah sekarang aku mau ceritain lagi pengalaman mistisku pas masih kelas 3 SD. Eh, sori bentar sori. Ini kalau enggak diatasin ini akan jadi masalah nih. Bentar ya, Gerite. Aduh, sakau. Aduh, gua perlu ngobat. Aduh. Aduh, perlu banget. Aduh, ngobat. Aduh, bodrek ekstra. Habis makan puyeng anjing. Najis. Aduh. Halo Bni. Pahib banget. Ah. Huh. Oke. Nah, sekarang aku mau ceritain lagi pengalaman mistisku pas masih kelas 3 SD. Kira-kira waktu itu Ortuko akhirnya sudah punya uang yang cukup dan bisa pindah dari M angker itu. Ortuku membeli sebuah rumah subsidi tipe 27. Rumah subsidi tipe 27. Eh, rumah subsidi tipe 27. 6 * 12 tipe 27 berapa? 2760 270 2772 ini 2760. Oke, tipe 27 lah pokoknya ya. 27 berapa? Kita enggak tahu nih. Pada zaman itu tahun '98-an rumah subsidi masih ukuran segitu. Memang bapakku pindah berbarengan dengan beberapa teman kerja bapakku di kantor waktu itu yang juga ngambil perumahan yang sama dengan bapakku. Puji Tuhan, rumah pertama. Pasti senang sekali kan rasanya? Tentu saja. Acif. Ya Allah, Acif ulang tahun bareng L. Semoga tetap waras menjalani kehidupan ini dan jangan lupa konsumsi bodrek. Kan ada lagunya bodrek dan sakit kepala. Bodrek apa sih gua insyaallah bulan depan. Amin. Amin ya Allah kalian biar tahun depan bisa mik bareng bareng kayak mantap jin koplo. Let's go. Amin. Semoga lancar-lancar kehidupan men ya Allah. Kan hidup tuh berjalan dan akan penuh kebahagiaan, Men, pada akhirnya. Singkat cerita, setelah hari-hari pindahan yang melelahkan, aku dan ibuku yang sekarang sudah tidak bekerja lagi memutuskan untuk istirahat. Kami tidur di kasur lantai yang dari dulu juga sudah kami pakai untuk tidur di mes angker dulu. Saat itu seingatku jam 2an siang. Posisi kasur saat itu ada di pojok kamar. Tembok ada di sebelah kiri kasur. Ibuku tidurnya mepet tembok di kiri. Aku di kanan dan tidak taharang apapun di sebelahku. Tiba-tiba aku kebangun. Aku lihat ibuku posisinya udah kejang-kejang loh. Matanya melotot, badannya agak melengkung ke atas nyaris kayang. Aku yang masih kecil ya tentu takut dan nangis lihat ibuku kayak gitu. Tapi entah sejak kapan di samping kasur kami tidur tadi tiba-tiba ada sebilah keris lengkap dengan sarungnya dan dialasi dengan kain kuning gitu. Tiba-tiba aja ada di sebelahku. Aku enggak tahu itu keris punya siapa dan sejak kapan ada di sana. Wah, aku kaget lihat keris itu gerak-gerak kayak mau berguling-guling gitu. Dan yang aneh, warna kain alasnya tadi berubah-rubah. Enggak cuma kuning, pokoknya aku lupa warnanya apa aja, tapi berubah aja pokoknya. Dan sampai akhirnya itu kain berhenti berubah saat kain itu jadi motif papan catur gitu. Jadi dari yang tadinya kuning polos berubah-rubah warna terus jadi dikejar-kejar ibunya sampai sini. Gokil. Oke, oke, oke. Enggak tahu tiba-tiba disconnect, Guys. Dan yang anehnya, pas aku sibuk memperhatikan keris itu dan kainnya berubah warna, tiba-tiba ibuku enggak ada di sampingku lagi. Dia tiba-tiba kudengar lagi lari-lari dari ruang tamu ke arah dapur rumah baru kami ini. Aku ya reflek aja bangun cari-cari ibuku di dapur. Tapi pas aku ke dapur yang aku lihat malah sesosok kuntilanak lagi ngegantung kebalik kepanya ke arah bawah lantai. Mata yang kanan melotot sampai mau keluar gitu dan yang kiri enggak ada matanya. Dia ketawa kenceng banget sampai telingaku sakit dengarnya waktu itu. Tolong diingat ini siang hari loh, bukan malam. Aku yang kaget dan enggak tahan ngedengar suara ketawanya lari balik ke kamar. Tapi tiba-tiba aku bertabrakan sama ibuku. yang juga lari keluar dari kamar. Aku kayaknya pingsan waktu itu saking kerasnya kami tabrakan. Soalnya aku lupa setelah itu kejadiannya gimana. Tapi yang aku ingat ya itu aja. Baybay mampus lu. Kedatangan kuntilanak kebalik lu. Mampus lu. Aku tanya ibuku kenapa. Aku ceritain apa yang aku lihat dan ibuku malah bilang dia juga enggak ingat apa-apa. Dia cuma ingat kalau dia lagi tidur siang. itu dan ngerasa kayak kejatuhan sesuatu dari atas. Tapi dia enggak ingat apa-apa lagi habis itu. Terus kebesokannya aku sakit, badanku panas, aku jadi enggak bisa sekolah dan main-main sama anak-anak komplek di sana. Aku yang lagi demam paksain buat tetap keluar dan mutusin duduk-duduk aja di teras depan sambil ngelihatin anak-anak lain pada main bola di depan rumah. Enggak terasa ternyata hari udah magrib. Karena aku sakit, ya aku bangun dan jalan aja pelan-pelan masuk rumah. Tiba-tiba pas aku mau masuk, burung peliharaan bapakku kayak heboh gitu, kayak pengen keluar. Takut sama sesuatu yang entah apa waktu itu. Terus yang anehnya lagi, kucing-kucingku juga pada lagi enggak di rumah semuanya. Kucingku ada lima. Dan sore menjelang malam itu mereka sama sekali enggak ada di dalam rumah satu ekor pun. Sina, selamat datang, Sina. Aku yang masa bodoh sama hewan-hewanku itu ya. Aku duduk aja depan TV mau istirahat lah sambil nonton TV. Tiba-tiba aku ngerasa badanku tuh berat banget. Benar-benar berat rasanya. Kayak ditarik sama gravitasi yang kuat banget gitu. Nah, aku tuh masih dengar semua suara di sekitar rumahku waktu itu. Aku juga masih bisa ngerasain badanku panas dan sakit. Tapi aku enggak bisa lihat apa-apa. Aku cuma ngelihat semuanya hitam dan aku dengar mulutku mulai teriak-teriak dan kepalaku miring ke kiri kayak orang stroke yang kepalanya miring ke kiri ya kayak gitu. Aku ngerasa reerku sakit banget di sebelah kiri. Ibuku yang memang baru kemarin ngalamin kejadian horor di rumah itu yang langsung aja manggil orang tua yang dianggap ahli soal mistis-mistisan gini. Pas bapak-bapak tetua ini datang, beliau langsung mijit-mijit sedikit leherku. Aku cuma bisa dengar beliau bacain doa dan ngerasain sentuhan jari-jari beliau di leherku. Dan gilanya aku bukannya sembuh malah makin teriak-teriak lebih kencang lagi. Dan sekarang katanya wajahku makin pucet, mataku putih semua dan kepalaku enggak lagi miring ke kiri tapi malah jadi miring ke kanan. Bapak tetua itu aku dengar-dengar suaranya udah mulai gemeter. Tapi belum masih nyoba baca-baca doa atau mantra. Aku enggak tahu lagi. Udah, badanku rasanya lemas, tapi leher ke kepala rasanya tegang semua. Tiba-tiba si bapak tetua itu berhenti baca-baca doa dan sekarang kepalaku ganti mendongak ke atas. Sampai-sampai tulang leherku sakit banget rasanya. Dan aku juga bisa dengar bapakku udah mulai udah pulang kerja pada saat itu dan beliau panik lihat keadaanku. Bapak tetua itu makin panik. Dia nyuruh bapakku megangin badan sama kepalaku. Ibuku nangis dan si bapak tetua ini akhirnya menyerah dan menelepon ibunya dia untuk datang bantuin dia. Nyerah dukun nyerah bawa backup. Sambil nunggu ibunya datang, mereka bertiga megangin aku sekuat tenaga. Aku udah pasrah. Aku nangis. Tapi anehnya aku juga dengar mulutku ketawa kencang banget di sela-sela nangisku. Lama tuh si ibu-ibu itu datangnya. Tapi akhirnya datang juga. Aku enggak tahu tepatnya jam berapa atau berapa jam ya dia datang. Yang aku tahu si ibu-ibu ini baca doa atau mantra dan dia olesin kunyit gitu ke kepala, telapak tangan dan telapak kakiku. Pas ibu dan bapak tetua itu pulang, aku ingat di jam dinding itu udah .30 malam gitu. Si ibu-ibu itu sempat nanya ke aku, "Apa aku tadi lagi di luar pas magrib?" Aku jawab, "Iya." Nah, beliau bilang, "Aku itu kapidaraan." Kapidaraan itu kalau kepercayaan orang Banjar kayak semacam sakit demam tapi yang disebabkan oleh makhluk halus gitu. Nah, terus aku tuh katanya orangnya lamah buluh. Itu lagi-lagi istilah orang Banjar untuk orang-orang yang konon katanya gampang dirasuki atau diganggu setan. Nah, ibunya tuh juga bilang, "Aku enggak boleh ikut ke pemakaman, enggak boleh sering melamun." Tapi kata si ibu itu, "Sudah bikinin kayak pagar gaib gitulah katanya, biar aku enggak gampang digangguin lagi." Nah, yang aneh itu ibu-ibu meninggal setelah kena meninggal tiba-tiba. Buset, meninggal setelah 3 hari dari kejadian di rumahku itu. Entah ada hubungannya atau enggak ya sama kejadian malam itu. Aku enggak dikabarin lagi sih. Soalnya tiba-tiba meninggal kayak meninggal. Akhirnya sampai detik ini aku enggak pernah sama sekali diajak Ortuku ke pemakaman siapapun, bahkan pemakaman keluargaku sekalipun. Karena pernah aku coba-coba diam. Diam pas SMA hadir ke pemakaman temanku yang meninggal kecelakaan tanpa sepengetahuan tuku. Tapi belum sampai setengah jam aku di sana, badanku panas dan aku malah mimisan. banyak banget darahnya dan orang jadi heboh ngurusin aku. Ya udah sejak saat itu aku benar-benar enggak pernah ke pemakaman siapapun. Dan sampai beberapa tahun kemudian ya aku masih banyak ngelihat hal-hal ganjil di rumah itu. Tapi sekarang aku udah pindah dari sana dan hidupku jauh lebih baik kok sekarang. Cuma ya itu aku enggak tahu sampai kapan pantangan ini akan terus melekat sama hidupku. yang aku pertanyakan, kalau nanti suatu hari orang tuaku meninggal atau adikku meninggal, apakah aku masih enggak boleh ke pemakaman mereka? Atau kalau nanti aku meninggal, siapa yang mau datang ke pemakamanku? Sedangkan aku enggak pernah datang ke pemakaman siapapun selama hidupku? Membayangkan hari itu tiba dan tahu keadaan lu kayak gini tuh jauh lebih nyeremin enggak sih daripada kerasukan setan-setan tadi. Well, seram sih enggak kasihan sedih. Coba bayangin lu meninggal. Susah sih ngebayangin orang. Coba lu bayangin lu meninggal, tapi enggak ada yang datang ke pemakaman lu. Enggak ada yang datang ngelayat ke rumah lu. Bahkan tetangga pun enggak sedih, Men. Sedih. [Musik] Kebanyakan karbo, Bro. Makan mie ayam tadi kenyang banget. Terus gua ngantuk ya kayak kayak orang-orang pada umumnya aja ya. Maksudnya ketika udah waktunya kerja ngantuk. Giran main segar enggak jelas ini kalau gua keluar terus gua ke bawa apa ngobrol segar gua yakin gua emang banyakan gula kurang-kurangin gula iya benar kurang-kurangin karbuh Allahu Akbar Tuhan kenapa ngantuk Gua boleh enggak sih tidur dulu di sini? Gimana, Bos? Bos, tidur dulu lah, Bos. Bos, streamer karyawannya yang nonton enggak sih? Maksudnya streamer tuh sebenarnya karyawan yang nonton, bukan gitu. Yang gua aneh tuh dari cerita tadi, kenapa ada orang pintar kurang pintar itu. Ngapain orang pintar nyari backup? Kata gua kalau misalkan orang pintar itu beneran pintar, bawa hardisk kan bisa backup. Selamat malam kawan-kawan. [Musik] Lempar aja dulu. Lempar aja, Bro. Dulu tidur aja, Bang. Jangan merasa bersalah. Orang anggota parlemen tidur juga tenang-tenang aja digaji pula. Masalahnya gua bukan DPR, gua bukan pejabat. Pejabat duitnya udah banyak. Enggak tahu ke mana ada pejabat ketangkap gara-gara punya Nissan GTR. As Nissan GTR lagi. Orang kalau mau korupsi jangan kelihatan-kelihatan banget gitu ya. Tololud gimana orang enggak curiga coba. Dia baru ngejabat berapa tahun awalnya? E Gojek tiba-tiba punya Nissan GTR. Oke, lanjut. Halo, Bang Andri. Saya Irfan. Ini cerita pas saya masih semek. Kurang lebih tahun 2019. Wow. 2019 ganti presiden. 2019 ganti presiden. Btw sekarang masih skripsian, jadi mohon doanya biar lancar ya, Bang. Amin. Ini cerita udah saya tulis dari tahun 2024 sebenarnya, cuma karena waktu itu masih nyambi jadi mandor proyek, akhirnya enggak sempat ngelarin. Bejirlah. Lucu juga sebenarnya kalau cerita asal-usul jadi mandor proyek. SMK saya ini adalah salah satu sekolah swasta tertua di Pekalongan. Dulu banyak banget muridnya dan terkenal dengan prestasi di ilmu ekonomi kayak jurusan akuntansi, perbankan, sama pemasaran gitu, Bang. Bahkan sampai buka jurusan baru, jurusan teknik mobil dan motor. Tapi sayangnya karena sekarang banyak dibangun sekolah negeri, jadi sekolah saya ini muridnya berkurang drastis dan terkesan sepi peminat karena ini sekolah swasta yang bukan premium gitu, Bang. Oh. Pertalight berarti karena sekolah lama jadi bangun Karena sekolah lama jadi bangunannya tua juga. Bisa dilihat masih ada ruangan yang lantainya menggunakan tegel warna kuning sama abu-abu tua bukan keramik. Tegel warna kuning. Tua banget ya. Gua sih kalau masuk ke sebuah bangunan begini tuh kayak ini abad penjajahan kuno. Tanah sekolah saya cenderung berbentuk persegi panjang dengan lapangan upacara ada di tengah-tengah sekolah memanjang dari selatan ke utara. Posisi kelas 1 ada di sisi selatan menghadap lapangan. Kelas du ada di sisi barat menghadap ke lapangan. Sedangkan posisi ketiga, posisi kelas 3 kantin dan musala ada di ujung utara dan di sisi timur lapangan ada perpus dan lab praktik anak-anak teknik kendaraan yang isinya mesin-mesin. Susah amat ngejelasinnya kurang lebih gini. Nah, gitu, Bro. Oke. Ini kelas 3. Ini toilet kan? Ke kelas 3 lewat mana? Hei, ke kelas 3 lewat mana? Pakai ini pakai galah kita. Jadi megang gitu terus terbang ke atas kelas 2 perpus lab motor UKS katanya dua. Kalau dua begini dong. Ini tiga nih harusnya begini. Kelas du ini ada kelas du ini ada kelas 3 ini ada kelas satu nih benar oke baik cerita ini berawal saat acara KBO kemah bakti OSIS semacam kemah untuk menyambut murid baru gitu hah sumpah gua baru dengar KBO kemah dilaksanakan 3 hari 2 malam di sekolahan secara keseluruhan acara kemah Ini yang ngurus tuh anak-anak OSIS dan ada tiga guru yang ikut bantu ngurus masalah administrasi di acara kemah ini. Kebetulan saya jadi panitianya. Oke, kayaknya enggak bersami deh. KBO men kemah bakti osis adalah kegiatan perkemahan yang diselenggarakan oleh sekolah untuk membantu membentuk kepemimpinan karakter dan jiwa sosial siswa serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ya Allah, kita udah cinta tanah air dari lahir kita cinta tanah air. Yang enggak kita cinta pejabatnya. H-1 panitia sepakat nginp di sekolah buat nyiapin tenda dan segala keperluan buat kemah besok. Sorenya setelah jam pelajaran, panitia mulai dah tuh ngerjain kerja ngerapiin lapangan dan tenda-tenda. Di antara lab motor dan purpus ada space kosong yang dijadikan lokasi untuk naruh pintu bekas, papan tulis bekas, sama beberapa meja yang rusak. Nah, di situ ada salah satu teman saya sebut aja Paujan. Paujan Bowo. Oh, Poji Bowo itu beda. Yang inisiatif mindahin tuh barang-barang yang ada di sebelah perpus ke belakang sekolah. Dia bilang, "Berantakan banget. Malu kalau dilihat sama murid-murid baru." Saya ikut bantu dia mindahin barang-barang ke belakang sekolah karena emang berantakan dan gak enak buat dipandang. Fauzan sering banget ngumpat dan ngomong kasar. Ngeluh kalau kerjaan enggak kelar-kelar. Sialan bajingan. Capek banget tai. Enggak kelar-kelar. Umpat Pak Hujan. Saya cuma ketawa karena emang capek banget. Singkat cerita, sekitar jam 09.00 malam kerjaan di sana beres. Lapangan udah rapi, tenda udah ketata, sound system udah berfungsi dengan baik, dan kita giliran mandi di toilet sekolah. Tengah malamnya sebelum teman-teman tidur, beberapanya masih ngobrol di depan ruang uks. Sebagian panitia cewek udah pada tidur di ruang UKS. FYI kalau malam ada penjaga sekolah yang tugas mulai dari jam . malam sampai subuh. Di depan ruang UK kita panitia cowok ngobrol bareng sama tuh penjaga sekolah. Sebut aja namanya Pak Totok. Salah satu teman saya sebut aja Miftah bertanya kepada Pak Totok. Kenapa namanya Totok sih? Pak kalau jaga malam biasa ketemu gituan enggak? Pak Tok jawab dengan nada serius. Gangguan tuh wajar banget Mas. Apalagi sekolah ini sekolah tua udah berumur. Tapi sampean enggak usah terlalu khawatir sama yang kayak gituan. Anjay. Ngobrol sampai jam . Dini hari akhirnya Pak To izin mau ke depan. Biasanya Pak To jaga di pos depan. Saat itu sekitar jam jam .30 pagi ada sekitar 6 orang panitia termasuk saya yang belum tidur masih ngobrol di ruang UKS. BTW kalau malam lampu di lorong kelas 2 3 dimatiin kayak ngidupin lampu yang eh cuman ngidupin lampu yang ada di lorong kelas 1 doang. Saat itu salah satu teman cewek sebut aja Una ngerasa enggak nyaman ada di luar dan ngajak kita berenam masuk. Anginnya udah berasa aneh. Yuk masuk aja. Aku takut. Aku akan melindungimu. Una wah Unaagi. Belut ceweknya. Enggak cuma Una doang yang ngerasa aneh, yang lain juga ngerasa aneh. Dan akhirnya kami berenam masuk ke UX untuk bersiap tidur. Kita matiin satu lampu biar enggak silau. FYI ada dua lampu yang ada di ruang UX. Jadi kalau dimatiin satu suasananya jadi agak redup. Kondisi saat itu hening, hanya ada suara angin yang lumayan kencang niup pohon-pohon di sekolah. Tiba-tiba di luar ruang ox terdengar suara orang lari dari lorong kelas 1 ke lorong kelas 3 diiringi lampu depan ruangan yang berkedip. Hm. Benar-benar suara lari kalau kita enggak pakai sepatu gitu. Saya dan enam teman yang lain cuma bisa pandang-pandangan sambil ketakutan. Una mulai nangis sambil badannya gemeteran. Suasananya tegang banget. Kita semua enggak ada yang berani ngomong dan cuma pandang-pandangan. Enggak selang berapa lama, tiba-tiba terdengar dari arah sebaliknya orang berjalan cepat sambil bawa kayak besi-besi gitu, kayak suara rantai. Kerincing-kerincing berjalan cepat di depan ruangan dan hilang gitu aja. Saya waktu itu hanya bisa diam karena baru pertama kali ngalamin kejadian kayak gitu. Fauzan inisiatif nyalain lampu dan ngebuat ruangan jadi sepenuhnya terang. Kami berenam enggak berani buat buka pintu dan ngelihat ada apa di luar. Tapi dengan berat hati, kami harus memastikan bahwa eh memastikan ada apa di luar. Takutnya ada maling. Pas pintu UK dibuka, angin kencang masuk ke ruangan dan tidak ada apa-apa di luar. Hanya kegelapan dan samar-samar bayangan pohon rambutan. Una dengan sesenggukan dia bilang, "Ini udah ini udah aneh banget. Kita tidur aja yuk." Setelah kejadian itu enggak ada lagi gangguan aneh yang terjadi dan beberapa dari kami mencoba untuk tidur. Meskipun sangat menakutkan, kami mencoba untuk memejamkan mata dan berharap bisa cepat tidur. Di hari kegiatan pagi-pagi banget, kami berenam sepakat merahasiakan kejadian tadi malam dari panitia yang lain biar mereka enggak panik dan jadi paronoid. Paranoid. Peserta mulai berdatangan dan kami panitia mulai kerja sesuai jobd-nya. Menjelang magrib, salah satu peserta cewek pingsan pas antri mandi. Dia segera dibawa ke UKS. Enggak lama dari arah UKS terdengar suara orang-orang panik teriak-teriak. Otomatis saya cek ke dalam dan melihat peserta yang pingsan melotot kayak orang marah dengan keringat di seluruh mukanya dan gigi-giginya digesek-gesekan dengan cepat sampai bunyi kretuk-kretutuk dengan mata yang melotot ke segala arah. Contohnya gitu ya. Ah, sakit. Dia teriak, "Indi sing nges ngobrak-abrik omahku. Mana yang udah ngobrak-ngabrik rumahku?" Enggak lama Fauzan masuk ke UKS dan peserta yang kesurupan langsung bereaksi meloncat dari tempat tidur ke arah Fauzan yang kelihatan bingung dengan apa yang terjadi. Salah satu panitia berhasil menahan tubuh si peserta yang kesurupan biar tidak menuju ke arah Fauzan. Peserta itu berteriak, "Kowe wis ngancurke rumahku. Tak pateni kowe. Kowe kudu mati. Kamu sudah menghancurkan rumah saya. Saya bunuh kamu. Kamu harus mati." W anjir. Fauzan panik dan keluar dari UKS. Salah satu guru datang dan membaca doa-doa. Kemudian peserta yang kesurupan itu tertidur. Seketika ruangan yang tadinya dipenuhi dengan kesibukan menjadi sangat. Seketika ruangan yang tadinya dipenuhi dengan kesibukan menjadi sangat hening karena semua orang di sana merasa ada yang tidak beres dengan apa yang terjadi. Fauzan dengan muka pucat bilang kepada saya, "Apa karena kita mindahin barang-barang yang ada di sebelah perpus." Saya jawab, "Enggak usah ngarang aneh-aneh." Malam pun tiba, peserta yang kesurupan sudah normal dan kembali ke tendanya. kita panitia ikut istirahat di ruang UKS. Di saat panitia beristirahat, Una di sebelah Fauzan tiba-tiba tertawa dan menyenandungkan lagu-lagu aneh menggunakan bahasa Jawa. Una kesurupan lingsir wengi siramu tumageng [Musik] sirno. [Musik] Tangi nggonmu guling. Panitia panik, tapi ketua OSIS bilang untuk tidak berteriak biar tidak mengganggu peserta. Di sana kami membacakan doa-doa berharap Una bisa sadar. Sikap Una terlihat seperti nenek-nenek memelintir dan mengelus rambut panjangnya yang bersenandung lagu Jawa. Ojo tangi nggonmu guling. Di sana suasana mencekam. Una diminumin air yang telah dibacakan surat-surat pendek. Una bereaksi dia menangis dan kemudian pingsan. Tidak selang lama setelah Una pingsan terdengar suara peserta cewek teriak-teriak panik dari salah satu tenda peserta. Peserta yang tadi kesurupan kembali bereaksi. Dia berteriak-teriak tidak jelas dan kemudian berlari ke arah Fauzan yang berdiri tepat di depan ruang UKS. Us maksud gua kemudian mencekik Fauzan dengan sangat erat. Hah. Ada satu cewek tiba-tiba teriak terus nyamperin Fauzan. Fauzan dicekek. Di situ saya mencoba melepaskan cekikan si peserta di leher Fauzan. Kuat sekali. Peserta yang kesurupan terlihat menyeringai dengan tatapan penuh kebencian dan berteriat. Mati ko mati koy. Mati kon. Mati kon. Ancok kon. Tel gatel. Mati kon. Tak pateni bone ancok. Emang emang gitu setannya. Emang setannya ngomong gitu kok. Benar. Fauzan terlihat begitu panik dengan apa yang terjadi dan beruntung cekikan itu bisa dilepas dan si peserta kembali pingsan. Di saat bersamaan, salah satu panitia cewek sebut aja Mega berl yah rusak internet gua. rusak. Ojo tangi nggonmu ojo tangi. Fauzan sengaja enggak ngelawan karena cek Fauzan cewek yang Fauzan suka. Fauzan malah kesenengan. Ye kocak ye Pak Hujan. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi, tapi sekarang ada tiga orang di UKS, Una, peserta cewek, dan Mega semuanya. Eh, yang dua kesurupan, yang satu pingsan. Malam ini sangat berat bagi panitia. Tapi bagaimanapun kegiatan harus tetap berjalan sampai selesai. Peserta kami arahkan untuk tidur karena besok pagi akan ada kegiatan yang harus diikuti. Peserta tidur dan sebagian panitia juga tidur karena kelelahan harus menghandle tugas dari Una dan Mega. Kejadian mistis tidak berhenti begitu saja. Una lagi-lagi kesurupan dan dia berlari ke arah WC tua dekat kelas 3. Di sampingnya ada sumur tua yang sudah ditutup. Saya tahan dia biar tidak ke sana. Dia tidak menangis, tidak juga berteriak. Dia hanya terengah-engah ingin lari ke sana dan kemudian pingsan. pingsan mulu darah rendah kali pada malam ini saya tidak tidur untuk berjaga bersama dengan Fauzan dan beberapa panitia cowok tidak ada lagi kasus mistis yang terjadi malam ini. Pagi hari semua peserta dibangunkan dan mulai melaksanakan salat subuh. Kegiatan berjalan dengan normal sampai pada siang hari peserta cewek yang tadi malam kesurupan berlari lagi ke arah Fauzan dengan posisi tangan siap mencekek. Fauzen tercekik lagi di tengah lapangan. Padahal saat itu siang hari dan terang benderang. Orang-orang yang ada di sana seketika berteriak histeris dan sampai ada yang nangis. Kacau banget suasananya. Fauzan dan peserta yang kesurupan berhasil dilepaskan dan dipisahkan untuk dibawa ke musala. Kami panggil guru agama untuk menangani hal ini. Peserta sadar dan kami memutuskan untuk memulangkan peserta ini. Setelah itu tidak ada lagi kejadian mistis yang terjadi sampai dengan acara selesai. Tahun ini Una tunangan dan hidup kenapa sih tiba-tiba? Sedangkan Pak Uzan sekarang jualan burung murai batu. Kemarin nawarin burung harganya R2 juta. Anjing mahal banget. Pantes setan benci anjir lucu banget. Sekian, Bang. Iya terima kasih atas simele iya Fan masukin bak dia jualan burung murai batu mahal banget anjing R juta. Pantes dibenci setan lucu banget sekarang kalau misalkan ada orang cekek Pauzan biarin aja dia jual murai batu R2 juta. [Tertawa] Murai batu. Beli burung murai batu. Coba kita cari ya. Murai batu emang R juta, cuy. Gila. Burung murai batu Medan. Anakan burung murai batu. Buset, anakannya aja 2,2. Ternyata burung mahal ya. Apa yang membuat ini mahal? Uh, buntutnya bagus. Gua enggak ngerti sih. Ternak burung murai. Burung unggulan koleksi burung anakan murai mulai dari 1,2 juta sampai R5 juta. Let's go. Let's go. Gua enggak akan ngerti bagaimana caranya melihara burung. Jadi ya oke burung kicau. Oh, kasihan banget orang Jogja beli burung itu langsung habis gajiannya. Ya Allah sedih bener. Sedih. langsung sedih. Weh, asik gajian nih. Iya dong, makan-makan kali yah. Enggak ada. Habis. Habis. Buat apa ini? Wah, burung murai batu. Mahal juga ternyata ya. Pasti Fauzan udah financial freedom seperti bapak-bapak yang kalau setiap pagi ditemenin kopi cuma main burung di depan rumah. Main burung. Main burung. H. Gua kalau lagi lewat tiba-tiba ada bapak-bapak main burung sih gua pasti bakal ngelihat ya. Maksudnya tetangga gua ada yang yang punya burung gitu. Terus kayak gua setiap kali datang ee bur burungnya lagi dimandiin gitu kan. Terus gua lihat burungnya bagus P burungnya. Iyalah [Musik] burunya warna-warni gitu soalnya. Semakin ambigu, semakin aneh. Semakin ada waktu itu sempat ada apa burungnya lagi dimandiin gitu terus ee lagi disemprot-semprotin kan. Terus gua juga pas coba saya nyemprotin dong gitu. Terus [Tertawa] burung bro lah burung. Gimana sih otak lu aja ngerusak aja orang cuman mainan burung soalnya kadang burung tetangga tuh lebih bagus. [Tertawa] Iya iya iya. [Musik] Jina merpati lebih jina burung sendiri burung merpati dipegang lari burung sendiri dipegang berdiri ini ebot bukan kayakbut [Tertawa] Bentar dulu rehat dulu. Rehat rehat. [Musik] Oke. Halo, Bang Andri, Mbak, seluruh tim TNM yang bertugas, serta para calon jenazah di mana pun kalian berada. Saya mau cerita pengalaman horor pertama yang saya alami. Kejadiannya sudah lama sekali, tepatnya saat aku masih SMP dulu. Sebenarnya aku sangat skeptis dengan hal-hal horor. Aku selalu mencoba berpikir positif untuk hal-hal seperti itu. Aku percaya kalau hal gaib memang ada, tapi itu enggak semerta-merta menjadikan hal yang aneh sedikit itu berkaitan dengan hal-hal yang gaib. Betul. Langsung aja ke ceritanya. Sama seperti cerita saya yang sebelumnya, nama sekolah tidak akan saya sebut. Tapi jika ada penonton yang kebetulan satu kota dengan sekolah itu, pasti akan tahu di mana. Saya bersekolah di salah satu SMP Negeri di Kota Bandar Lampung. Sekolah itu cukup masuk dalam sekolah favorit di Bandar Lampung. Saya masuk ke sekolah itu karena kebetulan tempat tinggal saya tidak begitu jauh dari sekolah tersebut. FYI dulu saya saat saat saya masuk sekolah masih melalui tes dan belum berdasarkan zonasi. Untuk gambaran sekolahnya akan saya sertakan agar bisa menjadi acuan para penonton. Singkatnya sekolah itu bersebelahan dengan sekolah SMA. Kemudian di depan sekolah terpapar luas hutan kota dan tepat di belakang sekolah itu terdapat pemakaman umum. Sekadar saran untuk kawan-kawan. Kalau misalkan ngasih denah, pocongnya jangan ditulis dulu. Kita jadi tahu, "Oh, nanti ada pocong gitu. Oh, nanti ada jelangkung gitu." Saran aja ini mah ya kan. Ee kantin kelas baru bangun, lahan kosong baru mai. Apa lahan kosong baru mau di apa? Lu ngomong dah sekarang J. Enggak enggak mau gua bacain kalau lu kagak jelasin di apa lahan kosong baru mau di apa? Dibikin, dibangun, dijual apa? diigidaw awok-awok. Saat itu saya masih kelas 1 SMP karena saya mengikuti School PMR atau Palang Merah Remaja, maka saya harus mengikuti persami oh yang diadakan di sekolah bersama dengan exco lainnya juga. Persami Boy. Sebagai anak baru, tentu saja saya mengerti bahwa akan ada perpeloncoan dan mungkin akan ditakut-takuti oleh kakak kelasku. Untuk sekedar informasi, untungnya tidak ada sama sekali kekerasan yang dilakukan oleh kakak tingkat. Oke. Jadi, cuma nakut-nakutin doang. Apa Yusuf? Perkemahan sampai Minggu. Oh iya, betul betul. Mantap Yusuf, kamu pintar Yusuf. Seperti pada umumnya saat perkemahan pada malam hari itu ada api unggun besar di tengah lapangan. Setelah makan malam bersama kami dikumpulkan di sekitar Api Unggun itu untuk acara renungan malam yang diberikan oleh salah satu guru. Tapi untuk saya dan teman-teman saya malah menjadi gurauan dan mencoba menahan tawa di dalam barisan. Hah? Lu pada guyon? Saya juga sempat melihat salah satu guru saya yang mengabadikan momen tersebut menggunakan handycam tipe jadul. Setelah acara renungan selesai, semua anak kelas 1 yang mengikuti Persami diminta untuk tidur di tendanya masing-masing. Akan tetapi, beberapa kakak kelas yang ikut kemah terlihat mengerumi, mengerubungi guru yang memegang handicame tadi. Karena saya penasaran dan kebetulan saya kenal, dengan hampir semua kakak kelas di saat itu, saya pun memutuskan untuk sekedar melihat. Udah pernah enggak sih nih? Ternyata guru itu menunjukkan hasil rekamannya tadi dan terdapat sesosok putih yang menyerupai pocong berdiri di depan api unggun. Saya sendiri sebenarnya tidak begitu jelas melihat rekaman tersebut karena sudah keburu disuruh kembali ke tenda untuk istirahat. Karena tidak terlalu melihat penampakan di video itu, saya pun tidak terlalu memikirkannya. Udah ini udah, Boy. [Musik] Ah, udah ini. Udah, udah, udah. Sor, sori. Udah, udah, Bro. Udah. Mana Vino ini? Siapa yang harus bertanggung jawab ini? Next. Selamat malam, Bang Andri dan keluarga serta pendengar TNM sekalian. Semoga kita semua dapat menang dari pertempuran yang tidak kita ceritakan pada siapapun. Anjay. Anjay. Perkenalkan, aku dap, mahasiswa semester akhir di salah satu universitas swasta di Solo. Solo. [Musik] Di sini aku bakal coba untuk nyeritain pengalamanku. Tapi sebenarnya aku bingung mau naruh ini di malam minggu atau Jumat. Mungkin terserah Bang kurator aja mau ditempatkan di mana. Oke. Cerita ini berlatar pada sore hari di hari Minggu. Aw. Waktu yang terkadang memberikan perasaan aneh seperti perasaan kosong ataupun perasaan bahwa sesuatu akan berakhir. Sore itu tak ada yang spesial. Aku duduk di ruang tamu kos dan bermain ponsel untuk menghabiskan waktu. Cukup lama hingga aku sadar bahwa di luar sudah agak gelap. Kulihat jam di ponsel. Namun aku sadar seharusnya sekarang belum segelap itu. Sebuah notifikasi muncul di layar ponsel. Ternyata itu merupakan notifikasi orderan masuk dari aplikasi ojek online. Saat ini aku memang bekerja sampingan menjadi driver ojek online. Notifikasi tersebut menyuruhku untuk segera mengambil pesanan di suatu restoran dan mengantarkannya ke suatu rumah sakit. Tanpa pikir panjang, aku pun bergegas untuk mengantarkan pesanan tersebut. Sesampainya di titik tujuan, pelanggan memintaku untuk menunggu di parkiran belakang rumah sakit. Aku pun mengiyakan. Sebenarnya aku sendiri cukup sering melewati rumah sakit tersebut. Namun ini adalah pertama kali aku masuk ke dalam area rumah sakitnya. Kesan pertama yang terlintas di kepalaku adalah tempat ini terlalu sepi untuk sebuah rumah sakit. Maksudku di parkiran depan saja hanya terdapat beberapa mobil yang terparkir di area yang cukup luas ini. Hal tersebut memberikan kesan kosong di dalam kepalaku. Kondisi halaman depan juga sedikit membuatku tidak nyaman. Rumput yang mulai tumbuh melalui celah puffing, pohon besar yang diam di sudut halaman, masjid yang tampak hampa di sampingnya, serta hanya sedikit hanya terdapat sedikit orang yang tertangkap oleh mataku. Aku mencoba untuk menghiraukan unsettling feeling ini. Seperti instruksi dari pelanggan, aku pun bergegas menuju ke parkiran belakang. Sesampainya di sana, perasaan yang coba ku hiraukan tadi malah timbul semakin besar. Pohon-pohon rindang berjejer membelah tempat parkir menjadi dua bagian. Hal yang sama juga terdapat di sisi sebelah kiri dan kanan tempat ini. Rumput yang tumbuh melalui celaping juga lebih banyak daripada yang ada di halaman depan. Serta tempat parkir sepeda motor yang nampak cukup gelap karena memiliki atap di atasnya. Namun atap tersebut terlihat kotor karena banyak sekali dedaunan yang jatuh di sana. Dan lagi tempat itu kosong. Memang tidak sepenuhnya karena terdapat satu atau dua motor di area parkir sepeda motor. Namun di dalam pikiranku, otakku menafsirkan pemandangan tersebut menjadi sesuatu yang kosong. Perasaan lain timbul kagum. Bagaimana tempat yang cukup luas dan menjadi tempat yang seharusnya ramai ini malah terasa sangat kosong. Sejenak aku tertegun. Sebuah pertanyaan muncul di kepala. Apakah tempat yang terlihat kosong ini bukankah dulunya juga merupakan tempat yang ramai? Pertanyaan itu membuatku memperhatikan tempat ini lebih jauh. Pintu yang dirantai dan digembok, rumput tinggi di sudut-sudut area parkir, ruang-ruang yang nampak masih ruang-ruang yang nampak kosong, tangga vertikal menuju rooftop yang terlihat diam, serta awan kelabu yang menggelantung menggantung di atas seolah menarik semua warna yang ada menjadikan seolah hanya warna kelabu yang tersisa. Iya. Oke. Lu banyak banget bengong ya, Bang. Gua lihat-lihat, Bang. Iya. Cukup lama aku menunggu di sana hingga akhirnya pelanggan pun datang untuk mengambil pesanannya. Seolah tahu diriku yang sedari tadi memperhatikan lingkungan sekitar. Ia pun tersenyum dan berkata, "Maaf ya, Mas. Masnya jadi harus nunggu lama di sini." Sambil menyerahkan uang kepadaku. Aku pun tidak merasa kesal karena harus menunggu cukup lama. kemudian berkata, "Iya, Kak. Enggak apa-apa." Dan bersiap untuk pergi. Entah kenapa, ada sedikit perasaan kecewa setelah mengetahui aku harus meninggalkan tempat tersebut. Ingin rasanya sedikit lebih lama berada di sini dan ingin sekali rasanya untuk mengetahui kisah dari tempat ini. Dalam perjalanan pulang, aku pun merenung. Bukankah hal-hal seperti ini juga terjadi kepada sebagian dari kita? Ditinggalkan dan akhirnya mati dalam kesendirian. Lantas pikiranku sampai pada sebuah kesimpulan. Bukankah hal ini juga yang aku rasakan sekarang? Kosong. Sampai pada sebuah kesimpulan, bukankah hal ini juga yang aku rasakan sekarang? Kosong. Sampai pada sebuah kesimpulan, bukankah hal ini juga yang aku rasakan sekarang? Kosong. Sebenarnya aku sendiri benci dengan pemikiran tersebut dan berharap pemikiran tersebut tidak akan benar-benar menjadi nyata. Kadang hal yang menakutkan tidak selalu berkaitan dengan hantu, terkadang sendiri dengan berbagai pikiran di kepala juga cukup menakutkan. Sekarang cerita tadi saya maaf kenapa cerita ini tidak ada penampakan atau sebagainya. Namun menurutku pemikiran-pemikiran tersebut lebih menakutkan daripada penampakan. Terima kasih karena terima kasih atas emailnya. Ya, filosofi, Guys. Filosofi. Sofi umur berapa ya lu akan mulai merasakan kenikmatan duduk di tera sendirian ya? enggak ngapa-ngapain gitu. Dan lu tidak berusaha untuk melakukan sesuatu. Yang hanya lu lakukan adalah mikir. Anak pertama masuk SMA, anak kedua masuk SD, anak kedua udah waktunya sunat, anak pertama minta dibeliin laptop, anak ketiga dalam perut. Aduh gitu. Coba gimana untuk di umur berapa lu harus harus duduk di teras sendirian ngelihat langit gitu terus kayak yang diam aja gitu. Anak pertama minta NMAX. Anak dua anak kedua keracunan MBG. Anak ketiga mau nikah sama kuda gitu. Bukan di umur, tapi di status. Oh. Biasanya kebanyakan bengong enggak punya duit, Bang. Kalau orang lagi banyak duit, bingung duitnya dipakai buat beli apaan aja. Oke. Apakah ketika lu punya duit banyak lu enggak akan bengong? pertanyaan bagus loh itu. Hantu matak. Halo. Asalamualaikum. menghi ke arah dari bayi gemoy dan Cavino serta viewer cerita horor semalam ini. Aku Marvel tenenen [Musik] aku mau ceritain kejadian horor yang ada di pondok pesantren aku. Rada ini ya Marvel dan pondok pesantren tuh rada Oke. Aku dengar cerita ini dari abang kelas aku saat aku masih berada di kelas 1 SMP. Jadi di sekolah aku ada hantu legenda yang hampir semua orang tahu. Dari alumni sampai anak baru yang masuk pesantren, hantu itu bernama Matak. Matak merupakan makhluk berkulit putih yang memiliki tubuh setinggi pintu, muka yang datar, dan berkepala botak. Dia juga memiliki kuku tangan dan gigi taring yang panjang. Larinya lima kali lebih kencang dari manusia biasa. Jadi abang kelasku bercerita bahwa ada seorang santri yang ingin mengambil pakaian yang ia jemur di belakang asrama. Melihat ada sosok putih tinggi berada di dekat jemuran. Saat didekati, makhluk itu melihat ke arah santri tersebut dan terlihat gigi taring yang panjang, kuku yang tajam yang membuat santri itu takut. Saat itu juga makhluk itu lari dengan kecepatan sangat cepat dan menjauh dari santri tersebut sehingga hilang di kegelapan. Santri yang melihat itu pun juga lari ketakutan ke asrama dan menceritakan hal yang dialami tersebut. Lalu juga ada cerita yang mengatakan bahwa ustaz juga pernah melihat makhluk itu saat hendak masuk ke pagar pondok pesantren. Makhluk itu lari di tengah lapangan yang luas dengan kencang ke hutan di belakang pesantren. L Neha malah overthinking. Walaupun aku tidak tahu kebenaran atas cerita tersebut, tapi itu adalah cerita yang diceritakan oleh abang kelasku. Udah sih segitu aja, Bang. Ceritanya sebenarnya masih banyak cerita orang ngelihat makhluk itu, tapi nanti kepanjangan Mama. Iya. Terima kasih atas email-nya. Iya, Bro. Lu lu pada kagak ada yang mau ngirim email lagi apa, Bro? Ini lagi kosong banget ini, Bro. Iya, baik ya, Bro. Boleh, Bro. Ayo kirimin email, yuk. Yuk, yuk. Yuk, semangat yuk. Yuk, semangat kawan-kawan. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Permisi, Bang Ari dan teman-teman semua. Di sini aku mau ceritain sedikit pengalamanku waktu masih SMP. Entar dulu, sekarang tiba-tiba gua jadi kepikiran setinggi pintu tuh 2,1 m enggak sih? Pintu rumah lu tuh 2,1 atau 2,4 atau 1,9? Pintu sih rata-rata tingginya 2,1 ya. Lebarnya yang variatif kayak ada yang 80 cent pintu kamar mandi 72, pintu utama bisa 90 sampai 100. Bahkan mungkin ada yang 120 karena pakai kuping gitu kan. Kalau setannya 2 m eh kalau setannya setinggi kusen, setinggi pintu, apakah kita bisa membuat dia daftar NBA? Yah. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Permisi, Bang Andri dan teman-teman semua. Di sini aku mau ceritain sedikit pengalamanku waktu masih SMP. Dari SD aku sering ngelihat mereka. Kadang enggak sengaja lihat atau juga enggak sengaja dengar suaranya. Tapi berhubung rumahku sendiri teras depannya kompleks makam leluhur, jadi aku udah biasa. Bahkan pernah sekali waktu pas aku sama teman-teman lagi begadang main Uno, ada Mbak Kunti yang coba nakutin tapi malah kami ketawain. Yang bikin si mbaknya malah berhenti terus ngilang. Oh, ketika kamu bertemu dengan kuntilanak, kawan-kawan ketawain balik. Heh, kuntilanak ya. Kuntilanak jam segini ya. Kurang malam. Kurang malam. Kuntilanak shift 1 ya. Ya. Embep empeps. Bang, gua ada cerita persantetan, kakak gua yang mempengaruhi kehidupan gua juga. Tapi gua enggak bisa bikin ceritanya jadi seram. Gimana dong nanti enggak lulus korasi? Coba aja. Justru ketika sesuatunya terlalu dibuat-buat malah enggak enggak malah kureng lah. Jadi kirimin aja coba. Alhamdulillah ya Allah. Mie ayam ini tadi. Balik ke pengalamanku waktu SMP. Aku dulu pernah pingsan dan hampir enggak bisa sadar 3 hari 3 malam. Kejadiannya itu waktu hari Senin. Waktu itu aku enggak ngerasain apa-apa. Sebenarnya semua normal aja. Sampai pertengahan upacara bendera aku ngelihat sesuatu terbang cepat ke arahku yang gara-gara itu badanku langsung lemas kayak orang lumpuh. Aku sendiri waktu itu masih setengah sadar. Bahkan sampai ketika dibawa ke o pun aku masih sadar tapi badanku enggak mau gerak. Mataku juga waktu itu enggak bisa kebuka. Aku di kondisi itu cukup lama sampai akhirnya dibawa pulang sama ibuku. Aku masih ngerasain pas badanku digendong buat naik ke motor sampai sayup-sayup aku mulai enggak bisa dengar apa-apa. Waktu aku bangun, aku enggak tahu ini mimpi atau bukan, aku udah berdiri di atas gunung yang tanahnya lumayan datar. Dari tempat itu aku enggak bisa lihat apa-apa selain awan putih. Di tempat itu ada kakek-kakek yang aku enggak terlalu ingat pakai pakaian apa. Tapi seingatku itu pakaian putih zaman dulu. Kakek-kakek itu berdiri sambil bawa tongkat. Si kakek terus nyuruh aku buat nangkap tongkat yang dia bawa itu. Aku enggak tahu alasannya, tapi aku ikutin maunya si kakek. Habis bilang gitu, si kakek ngelempar tongkat di tangannya yang enggak aku sangka tongkat itu malah terbang ke sana kemari. Aku bingung cara nangkapnya gimana. Nah, terus si kakek nunjukin tali atau rantai buat nangkap tongkat itu. Set. Jadi laku kayak orang main rodeo lempar-lemparan tali ke tongkat terbang itu. Ya, lu, lu mimpi lagi demam enggak? Ini lu demam kali, Bro. Setelah perjuangannya aku sendiri enggak tahu berapa kali, akhirnya tongkat ketangkap dan kutusuk ke tanah. Das, aku senang tuh dan mau bilang ke si kakek kalau udah berhasil. Tapi si kakek tiba-tiba hilang. Dan beberapa saat kemudian aku tiba-tiba sadar lagi di tengah orang ricuhu. Banyak orang lari-larian ke sana kemari. Sesekali aku juga bisa dengar suara senapan yang entah dari mana. Waktu itu aku bingung. Tapi habis itu salah satu orang yang lari narik aku buat nyuruh ngumpet. Katanya ada orang bawa bedil, bawa senapan, cepat ngumpet. Hah. Di tengah keadaan itu, aku ngelihat banyak orang yang lari satu persatu tumbang kena peluru. Bahkan orang yang narik aku buat ngumpet juga akhirnya tumbang. Aku yang kalap malah jatuh ke sandung badan orang tumbang tadi. Baru habis itu aku bisa lihat orang-orang pendek bawa senapan yang ujungnya ada pisaunya. Dia ngomong pakai bahasa yang aku enggak ngerti. Aku waktu itu cuma bisa bilang, "Ampun, ampun." Akhirnya salah satu orang pendek itu kayak nyuruh aku buat doa. Enggak tahu doa apa, tapi dia nunjuk orang tua pakai sorban yang udah tumbang. Waktu itu aku secara enggak sadar dan ogah-ogahan nolak. Tapi gara-gara enggak sabar, akhirnya yang pegang senapan nusukin pisaunya ke badanku tepat ke ulu hati. Waktu itu sensasinya kayak nyata banget. Sesek, panas, dan perihnya kayak nyata banget. Pelan-pelan aku tutup mata dan sayup-sayup aku dengar suara ibu aku yang lagi ngaji. Dari pelat makin kencang dan akhirnya aku kebangun. Ibu aku yang lihat aku bangun langsung meluk sambil syukur. Katanya aku udah enggak sadar 3 hari 3 malam. Waktu itu aku lihat jam di rumah itu jam 3. Dan suasananya masih malam. Aku tanyalah hari itu hari apa? Yang dijawab hari Kamis. Yang tempat banget malam jumatnya itu malam Jumat Kliwon. Sampai sekarang aku sendiri masih enggak ngerti maksud dari mimpiku waktu itu. Sempat ku ceritain juga ke keluarga yang sepuh tapi mereka juga enggak tahu. Oke, sekian dulu pengalamanku Bang. Semoga kita semua dijauhkan. Wasalamualaikum. Waalaikumsalam. Sehat-sehat. Terima kasih atas C. Iya. Etalasan nomor ya. Kata alasan nomor dua itu kacamata tembus pandang. E gimana sih nih? Jadi kayak dia lagi upacara, ada sesuatu terbang ke arahnya bet gitu terus tiba-tiba dia pingsan lemas gitu. Dia masih dengar tuh ee digotong ke ox ya kan dibawa ke motor orang tuanya dibawa pulang tapi tiba-tiba wuh hilang. Terus ee ketika sadar lagi dia ada di sebuah gunung. Gunung yang datar. Gunung kok datar? Itu mah dataran namanya. Daratan. Nah, gunung tapi datar. Ada seorang kakek-kakek ngasih tongkat. Tongkatnya terbang. Wing nging wing wing. Ditangkap pakai tali apa pakai rantai. Set das. Enggak kena. Wih, enggak kena. Wah, ditarik dapat terus hilang. Tiba-tiba berubah. Wah, dia tiba-tiba ditangkap tentara-tentara pendek gitu katanya. Ee, terus mau ditembak. Lu sakit mungkin, Neng. Lu lagi demam atau lu lagi mengalami sesuatu gitu terus lu pingsan, lu tertidurlah di dalam pingsan itu. Terus lu mimpi yang aneh-aneh apa segala macam. Ee lu mungkin sempat buat bangun, sempat buat apa, sempat buat apa, tapi lu lupa sampai akhirnya lu bangun 3 hari setelah 3 hari 3 malam itu mungkin ya. Gua enggak tahu sih, tapi faktor pingsan 3 hari 3 malam itu apa? Untuk tidak sadar selama 3 hari 3 malam. Pegal banget itu badan. Pasti pegal, man. Lu ingat enggak yang gua pernah kapan gitu? Kayak subaton dah, sawaton atau apa. Gua tidur 21 jam saking capeknya tuh. Bangun-bangun badan gua kayak nempel di kasur kayak pegel. Capek lu tidur. Capek. Coba lu bayangin bangun gua nginiin pinggang. Kertak-kretak ketakret kertak-kertak. Ya Allah tidur aja loh capek. Kok bisa tidur capek? [Musik] Anj tulangnya berkarat lu enggak gitu ya? Enggak gitu ya mulut lu emang enggak nyangka efek mi ayam bisa bikin nge-fly ya, Bang. Besok mau nyoba dong itu, Bro. Ayam ayam eh ayam bebek ayam ganja. Apa sih? Ayam bebek ganja. Ayam bebek ganja. Gua jadi pengen nyobain gua itu ayam bebek ganja nih. Ini tuh kangkung apa? Apa? Ini sih yang di air itu tanaman air ayam bebek ganja [Musik] jukut. Oh, yang kayak di dadar beredar ya. Kalau mimpi kayak gitu pas zaman kerja kerajaan dulu nanti mimpinya ditafsir, Bang. Terus para tentara pasukannya harus cari tongkat yang bisa terbang itu, Bang. Iya, Bay. So alat kagak ini tuh ini, man. Ini yang di air-air itu loh yang batangnya pink. Iya enggak sih? Apa sih sebutannya? Jukut. Jukut. Oh, bukan bukan pink. Pawonsari. Selada air. Selada air. Ah, kangkung dong. [Tertawa] Pertama kali makan jukut goreng. Coba makan jukut goreng. Jukut diambil terus digoreng. Oh, sangat simpel ya. Kayak resep pisang goreng ya. Resep pisang goreng. Lu tahu enggak sih? Siapkan pisang. Kemudian goreng resep pisang goreng. [Musik] Halo, selamat malam Bang Andri ke arah Dede Bay. E bentar Bang mau tanya di sini. Ada yang ingat enggak sih dulu pernah ada email yang cerita pengalaman maling cangcut mam temannya gitu. Itu live ke mana dah? Enggak disimpan apa c mana bang? Gua nyari enggak nemu-nemu live malam minggu deh seingat gua itu lupa gua. Pokoknya yang gua ingat itu live malam minggu. Gua lupa kapan pastinya ya. Tapi ya gua inget ada email itu cangcut dalaman emaknya kan yang diambil kan. Pisang goreng emang bisa kalau enggak dibalur adonan tepung? Bisa lah kan pisang cara memasak goreng. Udah pisang goreng bisa paling enggak enak tapi bisa kan bisa enak kali. Enaklah enak enggak sih? Halo, selamat malam Bang Andri Ara, Dede Bay dan para viewers. Sebelum itu, perkenalkan nama saya Kaira atau biasa dipanggil Ra. Kenapa enggak Ira? Hari ini saya akan menceritakan pengalaman yang aneh bagi saya. Jadi gini, sudah beberapa minggu sejak saya pindah ke apartemen baru saya. Suatu hari saya sedang menggunakan handphone saya. Saya melihat banyak pertunjukan langsung. Pertunjukan langsung live streaming. Iklan dan artikel tentang idola pria tertentu mulai bermunculan. Saya sama sekali tidak tertarik padanya. Enggak, ini bahasanya asing banget, Men. Direkomendasikan yang tidak familiar. Ini bahasanya tuh kayak orang nulis dengan bahasa lain terus dilempar ke Google Translate. Mungkin orang Inggris atau orang Vietnam atau orang apa enggak. Jadi kayak ini bahasa translate bukan bahasa Chat GPT. Chat GPT justru lebih baku, lebih terstruktur. Ini tuh sudah beberapa minggu sejak saya pindah ke apartemen baru saya. Suatu hari ketika saya sedang menggunakan handphone saya, saya melihat banyak pertunjukan langsung, iklan dan artikel tentang idola pria tertentu mulai bermunculan. Nih, ini translate entah dari bahasa mana ya. Jadi kayak dia ngelihat live streaming, iklan sama artikel tentang ee idola pria tertentu. Oke. Idle-idle pria tertentu. Saya sama sekali tidak tertarik padanya. Dan karena penasaran saya memeriksa kembali media sosial dan riwayat pencarian saya. Tapi tidak ada tanda-tanda bahwa saya telah menyelidikkannya sendiri. Oh, dia bingung nih. Kok di timeline-nya tuh ada idol cowok? Padahal dia enggak pernah nyari-nyari itu. Waktu disarch riwayat pencarian, enggak ada tanda-tanda bahwa dia pernah nyari itu. Namun setiap hari informasi tentang idol pria itu muncul secara otomatis di bagian rekomendasi. Akhirnya seorang teman yang kepo berkata padaku, "Aku mencari tahu tentang rumahmu di internet dan ternyata itu adalah rumah hantu." Oh, setengah percaya saya menyelidiki dan menemukan bahwa ruangan itu memang tempat seorang wanita meninggal beberapa tahun yang lalu. Merasa tidak enak, saya bertanya kepada pemilik rumah apa yang telah terjadi. Dan setelah terdiam beberapa saat, dia pun menceritakan kepada saya. Dia penggemar berat seorang idol pria. Saat berita pernikahannya tersebar, dia gantung diri di kamar. Ya Allah. Ketika aku mendengarnya, aku merasakan seluruh tubuhku jadi dingin. Itu karena idol pria itulah yang muncul sebagai rekomendasi. Pernahkah handphone Anda secara otomatis menampilkan iklan berdasarkan apa yang sedang Anda bicarakan dengan teman-teman Anda? Mungkin handphone saya menangkap nama berhala yang disebut oleh roh wanita yang sudah meninggal itu. Seki dulu cerita dari gua. Semoga bisa mengisi stok cerita seram yang lagi kosong meskipun tidak teru. Semoga kalian suka ceritanya. Sekian dan wassalam. Btw, saya asli Bali. Enggak, enggak. Ini kayak el yang nulis, tapi yang atas tuh kayak orang lain yang nulis, man. What is wrong with you? Woi, kenapa lah? Tiba-tiba segitu dulu cerita dari gua. Ini lu atasnya begini. Aduh, apa yang salah dengan malam ini, Man? Ada yang salah dengan malam ini. Yakin gua. Jadi, something's wrong. Something something something serbly wrong. Jadinya dulu ada orang ngirim email pakai bahasa Inggris terus lu baca dari Google Translate itu email kapan ya? Wah, lupa gua. Tapi itu email bagus banget, Men. Harus diakuin bagus banget itu. [Musik] Jadi kayak dia mungkin enggak jadi dia berpikiran bahwa rumahnya berhantu kemudian ee HP kan aneh ya HP-HP sekarang itu katakanlah lu coba lu ngomong ke speaker lu, Koper Rimoa, koper Rimoa, gua pengen koper Rimoa. Wah, beli Koper Rimoa bagus nih. Wah, koper Rimoa bisa untuk digunakan berjalan-jalan terus lu buka IG bisa tiba-tiba yang muncul iklannya adalah iklan koper RimOa. Gua enggak tahu gimana. Gua enggak tahu bagaimana. Facebook apa segala macam aneh-aneh. Dan mungkin dia pikir karena dia sering karena sering ada keluar nama idol tersebut, tiba-tiba nama idolnya muncul di TL gitu. Seri Kamar Jenas udah enggak update lagi ya, Bang? Udah enggak, udah habis. Ee dia kan di email yang terakhir tuh sempat ada bilang kalau itu adalah email terakhirnya dia. [Musik] Coba nih ada email nih. nih. Eeh, judulnya apa ya? Ada dua nih. Dua-duanya pan anjing. Seram banget. Goblok. Ayo kita lanjut coba ya. Coba coba coba coba coba coba. Asalamualaikum calon jenazah sekalian. Waalaikumsalam. Selamat malam Cavino, Bunda Ara dan Ded Dipta gumusnya. Terakhir sama Bang TNM yang daki makuranya ngeselin setap penonton live cerita seram. Oke. Kenalin, Bang, namaku Noval. Dulu aku pas semester 3 pernah nanya pas di live stream perkara yang pekerjaan kontrak di BUMN, tapi aku mahasiswa Kipka. Pelan-pelan, pelan-pelan, pelan-pelan, pelan-pelan, pelan-pelan. Ya, kenalin, Bang, namaku Noval. Dulu aku pas semester 3 pernah nanya di pas di live stream perkara yang pekerjaan kontrak di BUMN, tapi aku mahasiswa Kipka yang akhirnya aku lebih milih pekerjaannya sampai sekarang dan yap semester 3 sekarang njir doain tahun ini bisa selesai ya Bangara [Musik] Idol laki-laki versus berhala TNM keluarin berhala lundri seram anjir dia gelap gitu dia. Semester 9. Iya. Dan y semester 9. Jir sekarang. Iya kan emang gua bilang semester 9. Apaan sih lu? Bukan. Ini bukan Noval yang itu. Oke. Cerita ini bukan dari pengalamanku melainkan pengalaman bos tempat kerjaku dulu pada saat merintis usahanya di tahun 2009an. Panggil saja dia Mas Rozi. Gua bilang sembilan. Ih, kuping. Makanya dengar dipasang tiduran aja sih lu. Background Mas Rozi sebelum berhasil mendengarkan usaha eh sebelum berhasil mendirikan usaha IT yang sudah besar sekarang, Mas Rozi pernah menekuni beberapa usaha sebagai babat alas, di antaranya servis HP, UBL, root, bahkan warnet. Oke, Mas Rozi sendiri adalah tipe mas-mas lempeng yang tidak takut dengan makhluk halus. Meskipun di tahun 2000-an awal, Marak cerita bahkan pengakuan orang yang melihat makhluk halus. Cerita ini sendiri akan fokus pada saat Mas Rozi sedang menjalankan usaha warnet yang pada semasa itu gerainya masih bertuliskan wartel karena bekas usaha bekas dari usaha sebelumnya. Jadi, wartel dibebranding ke warnet. Oke, yang awalnya cuman halo-halo. Sekarang kita mulai ceritanya. Dinginnya udara malam yang mulai masuk ke dalam sela-sela ventilasi ruangan warnet mulai terasa. Jarum jam menunjukkan waktu yang tidak terlalu larut, yaitu jam 10.00 malam. Anjing. Di tengah-tengah itu semua tiba-tiba ada yang jangan pernah lagi, Bang. Apa sih lu? Apa sih? Kenapa lah? Jarum jam menunjukkan waktu yang tidak terlalu larut, yakni jam 10. malam. Di dalam warnet itu, Mas Rozi duduk sambil mengoperasikan komputer admin yang berada di sisi tembok ruangan dekat dengan pintu masuk. Sementara itu, di antara barisan beberapa komputer yang masih menggunakan monitor tabung, terlelap seorang lelaki yang sudah tertidur sejak setelah Isya tadi. Ya, itu adalah Mas Ricky, kakak dari Mas Rozi. Mereka memang sering menjaga warnet berdua ketika malam hari. Hamparan sawah desa menghiasi bagian belakang warnet sehingga udara yang juga melewati celah pintu belakang warnet semakin menambah dinginnya malam. Dinginnya malam itu. Oke si entenono sik yo aku luwih tak gole mangan seik terus balik reneh. Ojo lali bilingku pause disik J. Ini untuk manggil Mas Rozi ya. Tunggu dulu ya aku lapar. Aku cari makan dulu ya. Entar balik ke sini lagi. Jangan lupa bilingku paus dulu. Ucap Tommy yang sontak berdiri dari duduknya. Ya, ternyata Mas Rosi dan Mas Ricky tidak berdua saja, melainkan ada Tommy juga. Oke, Tom. Apa golek mangan opo awakmu? Mau cari makan apa dirimu? Saonone lah saono lah Zi lagi enggak pengen mi aku seadanya lah Zi lagi enggak pengen mi aku. Warnet Mas Rozi memang menyediakan beberapa makanan instan seperti mie goreng, mie rebus, mie burung darah, enaknya nyambung terus dan lainnya. Namun malam itu lidah Tommy berkata lain. Sontak ia berjalan keluar dan mengendarai sepeda ontel bapaknya yang ia pinjam malam itu. Allahu Akbar. H enggak enggak. sontak ia berjalan keluar dan mengendarai sepeda ontel bapaknya yang ia pinjam malam itu. Kali ini warnet terasa sangat sepi. Hanya ada napas dari Mas Mas Ricky dan lagu Dirgat Avenged 7 Fold yang disetel di volume 35% di PC admin yang tengah dioperasikan oleh Mas Rzi. Mending main PBC lah ben enggak ngantuk. Mending main PB dulu lah biar enggak ngantuk. Ia pun membuka launcher PB dan memiringkan keyboard 60 derajat ke arah kanan untuk memudahkan gameplay-nya. Dor, door dor, dor. Fire in the hole. Ada api di pantat. Bergema beberapa kali menggantikan playlist Avenged Sevold yang sudah tidak berbunyi. Rasanya sudah hampir 2 jam bermain. Namun, Tommy tidak kunjung menampakkan hidungnya. Tak terasa bulan sudah berada di klimaks pertunjukannya malam itu menandakan jarum jam sudah ada sudah berada di angka 12. Mas Rozi masih asyik dengan permainan PB-nya sampai ketika ada bayangan yang agak membuat backlight keyboard-nya yang sudah agak redup semakin tidak terlihat. Mas Rozi menoleh ke arah pintu sembari memikirkan beberapa cacian yang akan ia berikan kepada Tommy yang sudah sangat lama pergi. Saat Mas Rosi sudah sempurna menoleh ke arah pintu, mulutnya yang sudah ingin terbuka menutup kembali. Yang dia lihat bukanlah Tommy, melainkan dua sosok yang berdiri di depan pintu warnetnya. Halo Jer, love you Jer. Sosok pertama kita sebut sebagai si gendut. mempunyai perawakan yang gemoy dengan perut buncit dan rambut gondrongnya. Kulitnya agak pucat dengan bagian atas tubuhnya tidak mengenakan pakaian apapun, melainkan sarung yang menutup bagian bawah perut sampai ke mata kaki si gendut. Berdiri di sebelah si gendut adalah si kurus. Sama seperti si gendut yang gondrong agak pucat dan hanya memakai sarung tanpa mengenakan alas kaki. Si kurus mempunyai badan yang sangat kurus. Bagian dadanya memperlihatkan susunan tulang bahu dan rusuk dengan amat detail. Bahkan keseluruhan tulangnya hampir hanya terselimuti lapisan kulit yang terlihat tipis. Selain si kurus yang terlihat lebih tinggi daripada si gendut, tangan kanan si kurus memegang kantong gresek hitam yang terlihat penuh seperti terisi oleh air. Mendapati bahwa apa yang dilihat bukan Tommy, Mas Rozi pun mengubah raut wajahnya menjadi ramah kembali. Monggo, Mas, masuk. Bisa dipilih, Mas, mau komputer yang mana. Tidak ada balasan ucapan dari mereka berdua. Mereka masih berdiri berdampingan di depan pintu warnet sambil melihat dengan tatapan kosong ke arah depan tanpa melihat Mas Rozi sedikitp. Mas Rozi yang tanpa rasa takut terhadap mereka kemudian kembali menurunkan pandangannya dan melanjutkan permainannya berharap mereka berdua salah paham terkait ucapan Mas Rozi tadi. Johan selamat datang. Satu dua menit berlalu, mereka yang awal mulanya berdiri pun menampakkan langkah menapakkan langkah pertamanya dan berjalan. Kedua sosok tersebut tidak berjalan ke arah barisan komputer pelanggan, melainkan berjalan ke arah tempat duduk Mas Rozi. Kemudian keduanya duduk di sebelah Mas Rzi. Waduh, konsep warnet yang memang semuanya lesehan mulai dari operator sampai dengan pelanggan seringkiali membuat beberapa pelanggan yang tidak punya uang hanya bisa duduk di sebelah orang yang tengah bermain komputer, tidak terkecuali pada area admin sekalipun. Mas Rosi pun sudah merasakan keanehan dengan perilaku kedua sosok tersebut. Namun, ia bisa, Namun yang ia biasa, namun yang ia bisa lakukan hanyalah tetap memainkan gameennya. Ada kalanya saat mata kiri Mas Rozi sedikit melirik ke arah si kurus yang ia yang ia bisa lihat hanyalah tatapan samar dan dingin si kurus di bawah rambut gondrongnya yang juga melihat ke arah Mas Rozi. Waktu berlalu agak lambat kala itu. Lewat beberapa lirikan mata, Mas Rozi melihat si Kurus mengangkat kantong kresek yang ia bawa sebelumnya. Dengan tangannya yang lain, ia mengambil sesuatu dari dalam kantong kresek tersebut. Tangannya mengangkat sesuatu dari dalam kantong kresek. Sebutir telur berwarna coklat yang entah masih mentah atau sudah matang dipegang oleh jari-jari panjang dan kurus itu. Setelah memegangnya cukup lama, si kurus kemudian mengarahkan telur di tangannya ke arah mulutnya. Sembari mulutnya menganga, si Kurus memasukkan telur itu dan menelannya utuh. Ah, melihat apa yang dilakukan oleh kedua sosok ini, Mas Rozi semakin tidak nyaman. Namun, apa yang bisa ia lakukan hanya tetap memainkan gameennya dengan berusaha sekuat mungkin tidak memberikan respon kepada kedua sosok aneh yang duduk di sebelahnya. Bukan dua kali, melainkan tiga kali si kurus memakan telur dari dalam kantong kreseknya secara utuh langsung ke mulutnya. Setelah beberapa menit berlalu, kedua sosok ini beranjak dari duduknya. Mereka berdiri bersama, mematung selama beberapa puluh detik, dan akhirnya berjalan bukan ke arah pintu depan warnet, melainkan mereka berdua berjalan ke arah pintu belakang warnet melewati Mas Ricky yang bahkan tidak terganggu sekalipun saat kedua sosok itu lewat di sampingnya. Mas Rozi yang sedikit melirik saat mereka berjalan melewati Mas Ricky kembali menunjukkan pandangan ke arah monitor komputer. Tepat saat Mas Rozi melihat kembali ke arah pintu belakang, kedua sosok itu sudah tidak berada di sana. Meninggalkan pintu belakang warnet yang masih tertutup tanpa Mas Rozi dengar bahwa pintu belakang tersebut pernah dibuka sebelumnya. Mas Rozi berdiri dari duduknya, berjalan pelan menghampiri pintu belakang warnet melewati Mas Ricky yang tengah asik bermimpi dalam tidurnya. Saat ia mencapai pintu belakang warnet dan membukanya, ia menoleh ke arah kanan dan kiri. Hanya melihat hamparan sawah di kegelapan malam. Ia tidak dapat melihat jejak sedikit pun dari kedua tamunya yang barusan mengunjungi warnetnya. Tak mau berlalut dalam kebingungan, Mas Rosi pun menutup kembali pintu warnet dan membangunkan Marsiki untuk kemudian memberiskan warnet sebelum mereka pulang. Tidak mempedulikan ucapan Tommy yang entah kapan Tommy akan kembali ke warnet pada malam itu. Tamak tuh. Jadi menurut kalian siapa kedua tamu warnet itu? Di bawah aku lampirkan ilustrasi si sosok yang aku buat. Bang, serem banget. Anjay. Ini tadi gua kaget gara-gara ada gambar ini kayak wah gitu. Admin datang. Anjir. Oh ya, selain dari cerita yang udah aku sampaikan di atas, ada lagi, Bang, cerita dari Mas Rozi saat waretnya udah pindah tentang hantu air. Kalau bantim sama penonton mau kapan-kapan bisa aku tuliskan cerita hantu air tuh apa dia? Amfibi. Sekian dari aku, Bang. Semoga cerita ini bisa membuat lu bertanya-tanya dan pastinya seram juga. Salam dari kota Santri, Gresik. Mantap, Noval. Iya, salam buat orang-orang Gresik. Nanti kalau lu ketemu orang Gresik, bilang salam dari Andri. Salam dari Andri. Salam gitu ya. Mantap. Hantu air. Hantu air tuh apa? Kodok. Wah, setan godok. Wah. Hah. Dan sepertinya kawan-kawan itu menutup perjemahan kita pada malam hari ini. Terima kasih banyak sudah hadir dan menemani. Ee kalau misalkan lu punya cerita yang bisa lu ceritakan juga tentang perhororan dan horor tuh enggak selamanya setan ya. Maksudnya salah satu salah dua salah tiga cerita yang membuat kita menganga itu adalah cerita-cerita yang yang enggak ada setannya. Justru kayak yang bom Bali waktu itu. Wuh, seram banget itu, Men. Untuk untuk dipikirkan, ya. Terus yang apa? Bukan yang bule, bukan yang bule apa ya? Yang lebih ke pembunuhan. Seram banget itu. Apalagi MBG ya. Terima kasih banyak yang sudah hadir di Taco. Terima kasih banyak sudah berpartisipasi dalam membeli kasur. Kasur mahal banget anj. Terima kasih yang sudah hadir di membership, yang sudah super secer super chat, yang sudah menemani di live chat sampai malam hari ini. Jangan lupa di-like dulu sebelum cabut, subscribe, nyalakan tombol lonceng notifikasinya dan membership lah. Sekarang ada dua video di membership yang di Lampung sama yang highlight. highlight. Semoga nanti ada highlight lagi ya. Sampai waktunya tiba. Tetaplah bahagia, tetaplah baik-baik saja kawan-kawan. Ada hadiah. Jadi kan gua gua suka banget sama makanan ini. Nih hadiahnya ini. Yuk love you all so much sama gua sekian. bye

Tracks in this Playlist